sistem grounding


mari kita sama2 bahas lebih dalam lagi, bagimana desain Sistem Proteksi Petir yang memadai untuk diimplementasikan pada Struktur BTS.
tapi sebelumnya ada beberapa hal yang mesti saya tegaskan disini :
1. Bahwa Indonesia telah memiliki SNI untuk Sistem Proteksi Petir, yaitu SNI 7015-2004. Bisa di DL disini http://dl.dropbox.com/u/20964848/SNI%2003-7015-2004.pdf
Yang bisa kita jadikan referensi utama dalam men-desain sebuah Sistem Proteksi Petir.
2. Untuk menambah refersensi Installation Standard kita juga bisa menggunakan American Standard for Lightning Protection System, NFPA 780-2006. Yang lebih applicable.
3. Bahwa Sistem Proteksi Petir, pada prinsipnya terbagi dalam 2 bagian, yaitu Sistem Proteksi Petir Eksternal dan Internal.
Perlu kita ketahui bahwa, Proteksi Eksternal hanya ditujukan untuk menghindari bangunan/struktur dari sambaran petir LANGSUNG. Dan beberapa standard (IEC,SNI dan NFPA) merekomendasikan, untuk struktur berbahan logam seperti tower/tangki. Boleh tersambar langsung, asal memiliki ketebalan material lebih dari 4 mm. Dan struktur logamnya juga kita boleh dimanfaatkan sebagai Down Conductor.
Mengapa?
1. Berdasarkan perhitungan titik leleh material dibandingkan dengan energi panas yang ditimbulkan oleh sambaran Petir Langsung. Material Logam(Besi,Tembaga,Alumunium), masih mampu untuk menahannya. Disamping berdasarkan Rolling Sphere Method, petir juga memang memiliki probabilitas untuk menyambar dari samping. Bukan menyambar titik tertinggi dari bangunan. ini kita kenal sebagi Side Flash.
2. Pemanfaatan Body Tower sebagai Down Conductor didaarkan pada perhitungan besaran Impedansi Tower secara keseluruhan. Jujur saja, kalau kita hitung, Body Tower secara keseluruhan, memiliki Impedansi yang jauh lebih kecil dibandingan dengan Kabel tembaga berukuran 50-70 mm2. Sehingga secara natural, sebenarnya, porsi terbesar dari Energi/Arus Petir, mengalir melalui Body Tower, bukan Down Conductor Konvesional (NYA 50,BC 50,NYY 50 mm2).
Ditambah lagi, entah karena sudah kebiasaan atau memang kita malas membaca Standard. Down Conductor Konvensionl yang terpasang di Tower, hanya menggunakan satu kabel. Padahal Standard mensyaratkan, minimal 2 kabel Down Conductor.
3. Sebenarnya yang menjadi concern dalam men-desain Sistem Proteksi Petir pada Tower adalah GROUNDING/EARTHING. Dalam mendesain Sistem Grounding, para engineer BTS, hanya berpatokan pada Standard yang dikeluarkan oleh Telkom, untuk desain Grounding Tower mereka. Hampir tidak ada acuan Technical Standard, baik Nasional maupun Internasional. Ditambah lagi dengan adanya, “Virus Nilai Resistansi”
Disemua Standard, grounding dibuat bertujuan UTAMA adalah untuk Human Safety. Technically, yang ingin dicapai dari sebuah desain Sistem Grounding adalah bagimana cara mendapatka Nilai Tegangan Langkah (Step Voltage) dan Tegangan Sentuh (Touch Voltage) yang aman pada area Grounding. Sehingga ketika terjadi current fault (Short Circuit/Lightning Stroke Current), tegangan langkah/sentuh yang timbul tidak membahayakan, baik bagi manusia maupun perangkat.
Sederhanya, Grounding yang baik adalah Grounding yang memiliki area cakupan (Volum metric Coverage) yang luas dan terintegrasi. Konfigurasinya bisa berbentuk Mesh, Ring ataupun Radial. Dengan penggunaan material,jenis dan ukuran, sesuai dengan Standard. Untuk lebih detailnya mungkin bisa di baca referensi Standard Sistem Grounding untuk Sub-Station ( IEEE 80-2000) (Untuk yang berminat bisa kirim email ke saya dan akan saya berikan Link DL-nya)
Jadi, mengenai “Virus Nilai Resistansi”, mohon untuk sedikit demi sedikit kita singkirkan. Karena apa, Nilai resistansi yang rendah, tidak mutlak menurunkan besaran Tegangan Langkah dan Tegangan Sentuh. Kalo tidak percaya bolehlah sekali-kali diliat Standard IEC 62305-3(Protection Against Lightning). Kita bisa liat disitu, berapa besaran Nilai Resistansi yang masih di rekomendasikan. Dan apa point utama dari Grounding yang BAIK dan BENAR.
Mungki cukup segini dulu ngalor-ngidul dari saya. Mohon maaf apabila terlalu mengurui.
Sincerely yours,petir-bts

4 komentar:

  1. Keren mas artikelnya
    kembali ke manual :D

    BalasHapus
  2. Hanya sekedar bernagi wawasan

    BalasHapus
  3. Dear CME team,
    Mohon info tentang referensi standard sistem grounding untuk substation IEEE 80 - 2000. Saya ingin mempelajarinya,
    Terimakasih utk sharing .
    Warm Regards,
    Hadi Parmono
    hadiparmono.hp@gmail.com

    BalasHapus
  4. Dear CME,
    Boleh saya minta link nya untuk membantu pemaparan ke warga sekitar yang menanyakan perihal ini?

    BalasHapus